Menu
×

Monthly Archives: Juli 2017

Golden Sunrise Gunung Prau

Bagi Anda yang gemar berwisata alam, ada baiknya untuk menyambut mentari pagi nan indah di puncak Gunung Prau. Gunung yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah ini memang terkenal dengan pesona sunrise. Siapa pun yang menatap si Golden Sunrise bakal langsung tersihir, seolah ia menyaksikan keajaiban Tuhan terbaik di dunia.

gunung prau

Tak heran, spot ini didaulat menjadi salah satu titik terbaik menyaksikan matahari terbit di Asia Tenggara. Sebagai warga Indonesia kita patut bangga akan kekayaan alam yang dianugerahkan Tuhan YME tersebut.

Gunung indah berketinggian 2565 meter di atas permukaan laut ini memang sudah menjadi langganan para penggiat alam menghabiskan long weekend, bahkan acara tahun baru. Suasana sejuk berbalut keindahan Dataran Tinggi Dieng serta keramahan warga lokalnya membuat daya tarik utama bagi mereka yang datang.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan cantiknya matahari terbit di sini dapat melakukan pendakian di beberapa jalur pendakian resmi yang tersedia. Namun jalur yang paling adalah jalur selatan, yakni jalur Patak Banteng yang merupakan jalur tercepat menuju puncak sekitar 3—4 jam saja.

Trek pendakian yang berdebu ketika musim kering dan cukup licin ketika hujan akan menemani Anda menuju puncak. Hawa sejuk yang menyeruak ditambah panorama hijau Dieng akan menjadi bonus selama pendakian Anda. Beberapa shelter yang berupa warung kecil akan Anda temukan di beberapa titik, Anda dapat memanfaatkannya untuk beristirahat sejenak.

Puncak Gunung Prau yang luas memungkinkan ratusan tenda para pendaki memadati setiap spot di atas ketinggian yang berhadapan langsung dengan megahnya Gunung Sindoro dan Sumbing ini. Kedua gunung yang terlihat bak gunung kembar ini akan menjadi panorama pertama yang akan memunculkan decak kagum Anda.

Hawa dingin yang menusuk menjadi alasan bagi Anda untuk wajib membawa jaket tebal ketika mendaki kemari. Malam yang dingin akan menambah rasa khas pegunungan yang didamba setiap pendaki. Menunggu pagi sambil menikmati ribuan kerlip bintang pun dapat menjadi alternatif bagi Anda dalam menyambut sang mentari pertama di tahun 2017 nanti.

gunung prau

Saat mentari mulai menunjukkan sinar pertamanya akan terlihat sebuat garis terang dibalut kabut pagi khas Dataran Tinggi Dieng. Momen terindah yang akan Anda rasakan, ketika sinar keemasan mentari muncul dan semakin naik bersanding dengan memukaunya Gunung Sindoro dan Sumbing yang setia menyuguhkan keindahan. Bak berada di alam surgawi!

Jangan lewatkan untuk mengabadikan momen yang berkesan di  tahun 2017 Anda. Keelokan nan syahdu yang ditawarkan Gunung Prau semoga bisa menjadi semangat baru di untuk hari hari Anda.

Menyapa Sunrise Dari Bukit Punthuk Setumbu

Bukit Punthuk Setumbu merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu. Dari tempat ini wisatawan juga bisa melihat megahnya Candi Borobudur di pagi hari yang terkurung lautan kabut.

 

Eksotisme pemandangan mentari yang terbit di pagi hari selalu menjadi magnet yang memukau bagi para wisatawan. Karena itu tak heran jika tempat-tempat wisata yang menyajikan pemandangan sunrise selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sebut saja Gunung Bromo di Jawa Timur, Bukit Sikunir di Dieng Jawa Tengah, dan Bukit Punthuk Setumbu di Magelang.

Dari ketiga tempat tersebut, Bukit Punthuk Setumbu memiliki pemandangan pagi yang berbeda. Selain bisa menyaksikan mentari yang menyembul perlahan dari Gunung Merapi atau Merbabu, wisatawan juga bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian. Tentu saja ini menjadi keuntungan tersendiri. Tak heran jika akhirnya Punthuk Setumbu menjadi lokasi favorit menyaksikan sunrise bagi wisatawan asing dan juga spot favorit para fotografer.

Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 meter dpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Dulunya tempat ini merupakan ladang penduduk. Namun setelah seorang fotografer mengabadikan gambar sunrise borobudur nan epik dari tempat ini, orang-orang pun berdatangan untuk mengunjungi tempat ini guna menyaksikan sunrise.

Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Borobudur di kala fajar disarankan untuk tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dengan rute berupa jalan makadam dan tanah. Bagi yang tidak kuat trekking hingga puncak, tak jauh dari tempat parkir terdapat gazebo di mana wisatawan sudah bisa menyaksikan Borobudur dari kejauhan.

Puncak Punthuk Setumbu berupa pelataran luas yang dikelilingi pagar pembatas. Di tempat ini terdapat rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa digunakan duduk menanti mentari terbit. Meskipun perjalanan treking di pagi hari sedikit melelahkan, namun hal tersebut akan terbayar lunas saat menyaksikan sapuan kabut borobudur yang perlahan terangkat naik dan mentari yang muncul dari balik gunung dengan malu-malu.

Waktu Terbaik Mengunjungi Punthuk Setumbu

Bagi wisatawan maupun fotografer yang ingin mengabadikan sunrise dari Punthuk Setumbu, maka waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah saat musim kemarau yaitu sekitar bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan ini matahari dapat terlihat dengan jelas tanpa diselimuti mendung sehingga bisa mendapatkan momen yang indah. Selain itu trek menuju bukit tidak becek seperti saat musim hujan. Sedangkan jika ingin memotret Candi Borobudur berselimutkan kabut, pengunjung bisa datang kapan saja.

Senja Syahdu Di Kalibiru

Kalibiru adalah alternatif dari destinasi wisata Puncak Suroloyo, yang makin membuat Yogyakarta adalah tempat menyenangkan untuk menikmati suasana alam. Lokasinya pun masih berada di Perbukitan Menoreh, yang masih berada di daerah Kulon Progo. Pegunungan Menoreh adalah tempat yang ramah bagi siapapun, hanya berjarak satu jam berkendara dari Yogyakarta, hawa dinginnnya akan selalu membuat siapapun kangen untuk kembali ketempat ini.

 

Tidak ada lagi perasaaan yang terburu – buru oleh hiruk pikuk jalanan kota, semuanya pasti akan mendadak tenang dan tiba-tiba tentram di sini. Tidak keriuhan sepeda motor berseliweran, hanya jalanan lengang juga halaman asri di rumah-rumah penduduk desa sepanjang jalan menuju Kalibiru.

 

Kalibiru adalah salah satu tempat wisata yang juga memiliki destinasi wisata alam di Yogyakarta yang sedang menghangat belakangan ini. Lagi – lagi adalah karena keberadaan social media. Apalagi lokasi Kalibiru ini tidak jauh. Lokasinya terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta, 40 Kilometer. Tepatnya berada di desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo.

Siapapun tidak menyangka kalau ada tempat yang menyenangkan seperti Kalibiru di Kabupaten Kulonprogo. Padahal sebelumnya tempat ini sering dipandang sebelah mata. Dengan keberadaan Hutan Wisata Kalibiru, mengukuhkan kalau Kabupaten Kulonprogo memiliki pesona alam yang tak kalah menarik dengan wilayah lain di Yogyakarta.

Kalibiru

Destinasi yang makin populer, si Kalibiru ini merupakan hutan wisata yang dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Sajian utama dari tempat ini adalah jalur treking yang cukup menantang, homestay yang nyaman, gardu pandang dengan view yang menakjubkan, camping ground, dan juga fasilitas outbond. Sementara yang paling terkenal dari Kalibiru adalah pemandangan landsekap Perbukitan Menoreh yang menghijau serta panorama Waduk Sermo yang cantik.

Pun berada di ketinggian sekitar 450 mdpl, Kalibiru sudah dilengkapi dengan areal parkir yang cukup luas, kios makanan, fasilitas mck yang bersih. Disebutkan kalau disana juga sudah ada homestay atau pondok wisata yang berjumlah 6 buah. Masing – masing dari homestay sendiri bisa menampung 10 – 15 orang. Harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif, mulai dari IDR 120.000 per malam untuk satu homestay. Karena itu Kalibiru ini adalah tempat yang menyenangkan untuk gathering, atau bahkan sebuah wekend getaway retreat.

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya Kalibiru menjadi sangat populer ketika foto tempat ini muncul di sebuah akun instagram. Yaitu foto seseorang sedang berada di atas menara pandang, sebuah pohon yang ada di Kalibiru dengan latar belakang Waduk Sermo dan kawasan Menoreh pada waktu sunset. Nah, karena foto itu Kalibiru pun menjadi tempat wisata yang ngehits di Yogyakarta.

Padahal menara pandang tersebut sebelumnya adalah tempat dimulai dan berakhirnya jalur outbond yang ada di Kalibiru. Namun sekarang, menara pandang tersebut malah lebih sering dipakau sebagai tempat berfoto para traveler yang berkunjung kesini.

 

Untuk naik ke gardu pandang yang berupa pohon dengan pemandangan menwawan tadi teman – teman traveler harus naik dengan tangga. Sedikit ngeri memang, tetapi tenang saja karena akan ada penjaga yang membantu mengamankan teman – teman traveler. Demi kenyamanan dan alasan keselamatan pengunjung, tiap pengunjung yang ingin berfoto di gardu pandang harus mengenakan harness. Selain itu juga ada biaya tambahan sebesar IDR 10.000 untuk berfoto di pohon ini.

senja di kalibiru

Kalibiru

Disarankan teman – teman traveler datang ke Kalibiru ketika sore hari, saat matahari mulai meredup perlahan dan suasana di Kalibiru menjadi romantis… buat yang enggak jomblo. Memang pemandangan terbaik dari sebuah gardu pandang yang berupa pohon yang terletak di pinggir jurang tadi adalah ketika senja.

Jangan ragu lagi untuk naik ke atas gardu pandang di Kalibiru, duduk dengan tenang, hiruplah perlahan segarnya udara sekitar, arahkan pandangan ke sekeliling area Kalibiru. Nikmati setiap detik yang berlalu sambil melihat lansekap Perbukitan Menoreh dan Waduk Sermo yang perlahan mulai ditelan oleh kegelapan malam.

Menikmati Indahnya Golden Sunrise Sikunir

puncak sikunir

Rasanya tidaklah lengkap bila wisata ke Dieng Plateau tidak menyaksikan detik-detik merekahnya sinar matahari menyambut pagi dari puncak Bukit Sikunir yang sering disebut dengan Golden Sunrise Sikunir Dieng Plateau. Golden Sunrise Sikunir Dieng Plateau makin lama makin terkenal karena foto-foto cantiknya merajalela di media sosial. Golden sunrise Sikunir mampu mengikat jutaan pengunjung saat weekend atau long weekend bahkan setiap hari obyek wisata Dieng Wonosobo ini dipenuhi para sunrise hunter. Mereka tidak menyerah meskipun harus bangun pagi-pagi bahkan harus mendaki bukit terlebih dahulu ketika ingin menggapainya.

Perasaan puas dan asyik akan menyelimuti hati para wisatawan khususnya sunrise hunter yang penasaran akan keindahan ketika mentari terbit dari peraduannya. Sunrise Sikunir merupakan salah satu sunrise tercantik di Dieng Plateau yang terletak di Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo. Desa Sembungan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa yang tingginya mencapai 2.200 meter di atas permukaan laut. Disinilah Anda akan disambut dinginnya udara hingga menusuk tulang rusuk saat memasuki gerbang Desa Sembungan. Golden Sunrise Sikunir telah menjadi maskot wisata Dieng Plateau sejak tahun 2012 silam. Banyak orang yang menyatakan bila belum pernah menginjakkan kaki di Puncak Sikunir sama saja belum menginjakkan kaki di tanah Dieng yang terkenal akan golden sunrisenya dan fenomena negeri di atas awan. Bila ada wisatawan penasaran dengan fenomena negeri di atas awan, di puncak sikunir inilah tempatnya.

sikunir

 

Bukit Sikunir Dieng menawarkan panorama alam yang sangat mahal bagi pecinta landscape. Sikunir Dieng memiliki posisi yang sangat sempurnya untuk menyaksikan matahari terbit dari peraduannya dengan memancarkan cahaya golden berwarna keemasan menyambut pagi hari di Dieng Plateau. Bukit Sikunir atau Gunung Sikunir berada tepat diantara gunung-gunung besar di Jawa Tengah dan di area Dieng yaitu Gunung Sindoro, Gunung Merapi yang tampak puncaknya, gunung Merbabu, Gunung Ungaran serta gunung di area Dieng yaitu Gunung Nganjir, Gunung Bisma, Gunung Prau dan Gunung Pakuwojo. Tidak hanya dikelilingi gunung-gunung indah ini tapi guratan lembah terlihat sangat menawan melandai hingga ke lembah mengikuti aliran-aliran sungai pegunungan.

Saat matahari mulai terbit dengan cahaya goldennya para wisatawan dapat mengabadikan moment terindah ini dengan berfoto siluet. Sebenarnya tidak hanya golden sunrise sikunir saja serta pegunungan yang bisa disaksikan dari tempat ini, bila cuaca beruntung para pelancong bisa menyaksikan panorama negeri di atas awan Dieng Plateau. Ada banyak gumpalan awan seperti gulungan-gulungan ombak lembut dilautan dengan background landscape Gunung Sindoro serta sinar golden sunrise. Moment seperti ini biasanya bisa disaksikan saat bulan Februari, Maret, Oktober dan November.


Kunjungi Fanspage Kami

Copyright @2017 CESSA TRANSPORT JOGJAKARTA. All rights reserved